Kamis, 24 Oktober 2019 | 09.25 WIB
KiniNEWS>Bola>Indonesia>Wiganda: Suporter kecewa, ingin Persita masuk Liga 1

Wiganda: Suporter kecewa, ingin Persita masuk Liga 1

Selasa, 4 Desember 2018 - 23:59 WIB

IMG-1872

Supporter Persita.

JAKARTA, kini.co.id – PELATIH Persita Tangerang Wiganda Saputra menyayangkan aksi suporter Pendekar Cisadane yang tidak dapat mengontrol emosi ketika bertanding lawan Kalteng Putra dalam perebutan peringkat ketiga Liga 2 di Stadion Pakansari pada Selasa (4/12).

Laga perebutan satu kursi Liga 1 2019 itu sempat terhenti beberapa menit lantaran puluhan pendukung Persita masuk ke dalam lapangan. Mereka menilai wasit tidak adil memimpin pertandingan, kesal karena bek Amri Alamsyah kena kartu merah pada menit ke-56, dan ditambah kenyataan skuat asuhan Wiganda yang tertinggal 0-2 sejak awal babak pertama.

“Sangat disayangkan sekali. Ketika suporter masuk [lapangan], pasti jadi kerugian bagi Persita. Mereka ingin sekali masuk Liga 1 sehingga emosinya jadi tidak terbendung dan susah untuk diredam,” kata Wiganda dalam konferensi pers setelah pertandingan kepada para awak media.

Persita akhirnya kalah dengan skor 0-2. Kekalahan tersebut sekaligus memupus harapan Amri dan kawan-kawan untuk berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan.

“Ini hari paling tidak mengenakkan bagi saya, karena tim kalah dan tak lolos ke Liga 1. Ini kesalahan saya, beberapa pemain ada yang sesak nafas tetapi tetap saya masukkan ke line up karena tim saya butuh pemain berpengalaman,” ucap Wiganda.

“Heru [Setyawan] dan Adittia [Gigis Hermawan] pemain masih muda sekali dan keduanya mungkin panik di lapangan. Saya masukkan Ade Jantra, Egi [Melgiansyah] sudah telat, tak bisa menambah gol dan akhirnya kalah,” ucapnya melanjutkan.

“Ya tidak tahu ya, mungkin Liga 2 tahun ini dramatis sekali. Saya masuk ketika Persita urutan ke-11, saya baru tahu bahwa Liga 2 betul-betul keras. Saya tidak komentar [wasit] lah ya, kalian juga nonton dan mungkin kalian juga tahu,” ujar dia.

Sementara itu pelatih Kalteng Putra Kas Hartadi menganggap pertandingan lawan Persita sebagai sebuah laga yang seru.

“Meski ada insiden, saya pikir wajar-wajar saja tadi,” ujarnya.

Kas juga menjelaskan alasan ia tetap ingin laga dilanjutkan setelah kerusuhan di dalam lapangan. Ia mengatakan Kalteng Putra wajib bermain sampai pertandingan selesai.

“Kalau tidak [dilanjutkan, mungkin ada sanksi juga [kepada Kalteng Putra]. Itu mental, kami harus berani melanjutkan pertandingan seperti itu. Mental kami harus kuat,” tutur Kas Hartadi.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Bola Terkini Lainnya
Indonesia - Minggu, 20 Januari 2019 - 12:21 WIB

Rahmayadi putuskan mundur dari Ketua Umum PSSI

EDY RAHMAYADI menyatakan mundur dari Ketua Umum PSSI terhitung hari ini (20/1/2019). Keputusan itu disampaikannya langsung pada Kongres Tahunan PSSI ...
Tak Berkategori - Selasa, 15 Januari 2019 - 17:57 WIB

Tersangka Koordinator Wasit PSSI banyak peran dalam pengaturan skor

KETUA Tim Media Satgas Anti Mafia Bola Komisaris Besar Argo Yuwono menyatakan koordinator wasit PSSI berinisial ML yang sudah ditetapkan ...
Internasional - Sabtu, 5 Januari 2019 - 22:13 WIB

MU unggul 2-0 atas Reading di babak pertama Piala FA

MANCHESTER United unggul 2-0 atas Reading di babak pertama dalam laga babak ketiga Piala FA di Stadion Old Trafford, Sabtu ...
Internasional - Kamis, 3 Januari 2019 - 14:23 WIB

Siaran langsung Manchester City vs Liverpool, ini jadwalnya nanti malam

DUEL panas dua kandidat kuat juara Premier League, Manchester City vs Liverpool, tersaji di tengah pekan ini. Berikut adalah jadwal ...
Internasional - Selasa, 18 Desember 2018 - 21:47 WIB

Manchester United resmi memecat Jose Mourinho

MANCHESTER United resmi memecat Jose Mourinho dari kursi manajer menyusul hasil negatif yang dialami Setan Merah di berbagai ajang di ...
Internasional - Selasa, 18 Desember 2018 - 16:13 WIB

Tiga bintang Barcelona punya telepati dengan Messi

Penampilan luar biasa Lionel Messi di Barcelona tak lepas dari dukungan pemain bintang lainnya. Sedikitnya ada tiga pemain yang dianggap ...