Selasa, 21 November 2017 | 15.08 WIB
KiniNEWS>Bola>Indonesia>Cole: Kerusuhan Persib Vs Bhayangkara Citra Buruk Sepakbola

Cole: Kerusuhan Persib Vs Bhayangkara Citra Buruk Sepakbola

Senin, 5 Juni 2017 - 01:08 WIB

IMG-1339

Striker Persib Bandung Carlton Cole (vikingpersib.co.id)

Bekasi, kini.co.id – Striker Persib Bandung asal Inggris, Carlton Cole, menilai insiden kerusuhan laga kandang Bhayangkara FC melawan Persib, Minggu (4/6) malam, di Stadion Patriot Chadrabaga Kota Bekasi sebagai mimpi buruk dunia persepakbolaan.

“Kejadian ini mimpi buruk untuk persepakbolaan. Saya menyaksikan aksi anarkisme yang luar biasa malam ini,” kata Cole usai pertandingan seperti dilansir Antara.

Cole mengaku baru kali ini melihat anarkisme penonton yang saling baku hantam di tribun timur stadion hingga meringsek masuk ke dalam lapangan untuk memprotes langsung wasit dan pemain Persib di menit ke 83 pertandingan.

“Saya juga melihat ada penonton yang menyalakan flare hingga melempar pemain dengan botol plastik dan sampah,” katanya.

Menurut dia, aksi kekerasan para penonton itu tidak selayaknya ditunjukan di muka umum hingga menganggu jalannya permainan.

Cole menganggap insiden yang menimbulkan puluhan korban luka itu sebagai bentuk ketidakdewasaan penonton dalam menerima hasil pertandingan.

“Kondisi seperti ini sangat jauh berbeda dengan suporter internasional yang sudah dewasa dalam menyikapi hasil pertandingan,” katanya.

Kerusuhan itu bermula saat Bhayangkara FC menciptakan gol kedua pertandingan di menit ke 81 yang membuat oknum Bobotoh kecewa dengan kepemimpinan wasit dan bek belakang Persib hingga meringsek masuk ke dalam lapangan dan melempar flair serta botol plastik.

Keributan semakin menjadi saat Bharamania suporter Bhayangkara ikut kesal dengan ulah provokator kerusuhan dengan menangkap para oknum di tribun timur.

Situasi itu memaksa wasit Yeni Krisdianto menyetop sementara jalannya pertandingan selama lebih dari 10 menit hingga situasi berhasil ditenangkan aparat berseragam polisi.

Akibat kejadian itu, tim berjuluk Maung Bandung itu terancam tiga pelanggaran sekaligus yakni menyalahkan flare, pelemparan botol plastik ke dalam lapangan serta suporter yang menerobos masuk ke dalam lapangan dengan besaran denda masing-masing berkisar Rp10 juta.

Pascasituasi kondusif, wasit kembali melanjutkan laga Liga 1 Musim 2017 itu yang berakhir 2-0 untuk kemenangan Bhayangkara FC.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Bola Terkini Lainnya
Indonesia kembali kalah dari Suriah 0-1
Indonesia - Sabtu, 18 November 2017 - 20:26 WIB

Indonesia kembali kalah dari Suriah 0-1

Timnas Indonesia kembali harus menerima kekalahan dari timnas U-23 Suriah dalam uji cobanya untuk yang kedua kalinya melawan tim ...
Timnas Indonesia dipecundangi Suriah
Indonesia - Kamis, 16 November 2017 - 22:10 WIB

Timnas Indonesia dipecundangi Suriah

Timnas Indonesia gagal memetik kemenangan di laga uji coba yang berlangsung Kamis (16/11) sore, yang menjamu Suriah U-23 di ...
Januari Timnas uji coba di GBK
Indonesia - Senin, 13 November 2017 - 23:50 WIB

Januari Timnas uji coba di GBK

Sekretaris Jenderal PASTI Ratu Tisha Destria mengatakan, tim nasional Indonesia berencana melakukan uji coba di Stadion Utama Gelora Bung ...
Kalah dari Persija, Bhayangkara FC Tetap Rayakan Pesta Kemenangan di Stadion Patriot
Indonesia - Senin, 13 November 2017 - 15:27 WIB

Kalah dari Persija, Bhayangkara FC Tetap Rayakan Pesta Kemenangan di Stadion Patriot

Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemmy harus tetap menerima kekelahan atas Perija Jakarta setelah di tekuk 2-1 pada laga akhir Liga ...
Dua laga delapan besar Liga 2 batal
Indonesia - Sabtu, 11 November 2017 - 01:32 WIB

Dua laga delapan besar Liga 2 batal

Dua pertandingan babak 8 besar Liga 2 masing-masing PSIS Semarang versus Persebaya Surabaya dan PSPS Pekanbaru kontra PSMP Mojokerto yang ...
Akhir musim ini, Xavi Vernandez pensiun
Spanyol - Sabtu, 11 November 2017 - 01:18 WIB

Akhir musim ini, Xavi Vernandez pensiun

Mantan gelandang Barcelona dan Spanyol, Xavi Hernandez berencana pensiun pada akhir musim dan bertekad untuk mengejar karier kepelatihan.Pria 37 tahun ...