Senin, 24 Juli 2017 | 07.48 WIB
KiniNEWS>Bola>Indonesia>SOS Soroti Kandidat Calon Pengurus PSSI Didominasi Politisi

SOS Soroti Kandidat Calon Pengurus PSSI Didominasi Politisi

Kongres PSSI

Reporter : Rakisa | Sabtu, 22 Oktober 2016 - 02:00 WIB

IMG-224

Enam dari sembilan calon Ketua Umum PSSI saat Debat Calon yang digelar PSSI. (Kininews/doc)

Jakarta, kini.co.id – LSM Sepakbola, Save Our Soccer (SOS) menyoroti sejumlah kandidat yang akan bertarung dalam Kongres PSSI 10 November mendatang di Jakarta.

Berdasarkan hasil riset Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Litbang) #SOS, dari 86 nama yang kandidat yang terdiri dari 9 calon Ketua Umum, 18 Calon Wakil Ketua Umum dan 59 calon Komite Eksekutif, mereka akan memperebutkan 15 posisi di kepengurusan Federasi Sepakbola Nasional, yakni satu Ketua Umum, dua Wakil Ketua Umum, dan 12 Komite Eksekutif. Namun demikian dari 86 kandidat tersebut, jika diringkas hanya ada 64 kandidat, pasalnya beberapa nama mencalonkan diri untuk dua hingga tiga posisi sekaligus.

Dari 64 kandidat tersebut adalah hal yang menarik dan mendapatkan kritikan pedas SOS, yakni 50 persen lebih adalah politisi dengan rincian 34 anggota partai politik, 22 orang praktisi sepakbola, empat orang berlatar belakang militer dan polisi serta empat orang yang merupakan mantan pemain sepak bola.

Banyaknya politisi yang jadi kandidat pengurus PSSI, seharusnya tak lagi dipimpin oleh politisi, melainkan oleh mereka yang memilki karakter ‘NABI’ yakni singkatan dari Netral, Aktif, Berani, dan Integritas.

“Untuk sepak bola Indonesia yang saat ini berada di titik nadir, PSSI harus dipimpin oleh ‘NABI’, bukan politisi,” ujar Koordinator SOS, Akmal Marhali dalam rilisnya, Jumat (21/10).

Mereka yang berlatar belakang politisi, kata Akmal yakni Hinca Panjaitan, Jackson Andre William Kumaat dari Partai Demokrat, Tony Apriliani, Erwin Aksa, Erwin Dwi Budiawan, Kadir Halid, Adang Gunawan dari Partai Golkar, Subardi dari Partai Nasdem, Robertho Rouw, Fery Djemy, R. Bambang Pramukantoro, Diza Rasyid Ali dari Partai Gerindra, Djamal Aziz dari Hanura, dan Cheppy T. Wartono dari PDI Perjuangan.

“Sudah waktunya sepakbola kita tak lagi dijadikan kendaraan politik. Sepakbola harus dikembalikan ke hakikatnya. Tidak lagi dipolitisasi terus menerus. Biarkan sepakbola menjadi milik para pelaku sepakbolanya,” kata Akmal.

Menurut SOS, netral berarti pengurus PSSI ke depan tidak membawa kepentingan kelompok, politik, dan bisnis tertentu seperti yang terjadi sebelumnya. Pengurus juga harus aktif. Tidak boleh lagi ada rangkap jabatan. Ia juga harus berani menegakkan konstitusi organisasi dan payung hukum yang berlaku. Tidak lagi tebang pilih dalam mengambil keputusan. Integritas berarti punya tanggung jawab moral dan profesional dalam membangun sepakbola Indonesia menuju prestasi yang diidamkan.

“Mereka yang punya karakter ‘NABI’ akan fokus memimpin PSSI. Sepakbola Indonesia tidak boleh lagi dikelola sambilan. Mereka yang orang politik harus memilih antara politik atau sepakbola. Mereka yang punya jabatan pemerintahan juga harus memutuskan mundur untuk konsen mengurus bola. Mereka yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Provinsi atau CEO Klub juga harus memilih. Jangan lagi ada rangkap jabatan. Semua pengurus inti PSSI harus fokus untuk sepakbola,” tutur Akmal.

Selain itu, masih menurut Akmal selain di dominasi politisi, banyak kandidat yang juga rangkap jabatan, mulai dari pejabat pemerintahan seperti Eddy Rumpoko (Wali Kota Batu), Eddy Rahmayadi (Pangkostrad), dan Condro Kirono (Kapolda Jateng).

Termasuk ada juga yang berstatus sebagai Presiden/CEO Klub Sepakbola seperti Iwan Budianto (Arema Cronus), Pieter Tanuri (Bali United), Dodi Reza Alex Nurdin (Sriwijaya FC), Yoyok Sukawi (PSIS Semarang), dan Gede Widiade (Bhayangkara FC).

Selain itu, ada yang berstatus sebagai Ketua Asosiasi Provinsi seperti Gusti Randa (DKI Jakarta), Johar Ling Eng (Jawa Tengah), Duddy S. Sutandi (Jawa Barat), Yunus Nusi (Kaltim), Dirk Soplanit (Maluku), M. Iqbal Ruray (Maluku Utara), serta Sabaruddin Labamba (Sulawesi Tenggara).

Maka dari itu, PSSI sudah seharusnya diarahkan ke semangat pendiriannya pada 19 April 1930 di Yogyakarta sebagai alat persatuan dan kesatuan bangsa.

“PSSI juga harus dikembalikan ke makna sesuai singkatannya, Profesional-Sportif-Sehat-Integritas. Ini penting untuk kita jaga bersama,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Bola Terkini Lainnya
Hasil Imbang Lawan Thailand, Timnas Indonesia Gagal ke Piala Asia U23
Indonesia - Senin, 24 Juli 2017 - 00:15 WIB

Hasil Imbang Lawan Thailand, Timnas Indonesia Gagal ke Piala Asia U23

Laga pamungkas Grup H Kualifikasi Pialas Asia U-23 yang mempertemukan Timnas Indonesia melawan Thailand berakhir dengan hasil imbang 0-0, di ...
Umuh Pasrah Persib Kena Sanksi Lagi Kontra Persija
Indonesia - Minggu, 23 Juli 2017 - 01:26 WIB
Liga 1

Umuh Pasrah Persib Kena Sanksi Lagi Kontra Persija

Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengaku pasrah, selain gagal meraih tiga angka pada laga pekan ke-16 Liga 1 yang menjamu ...
Rupanya Ini Alasan Bonucci Tinggalkan Juventus
Internasional - Sabtu, 22 Juli 2017 - 19:57 WIB

Rupanya Ini Alasan Bonucci Tinggalkan Juventus

Bek AC Milan, Leonardo Bonucci memberitahukan alasan meninggalkan Turin dan bergerak ke Milan. Ternyata Bonucci berselisih dengan mantan pelatihnya di ...
Adik Donnaruma Banyak Dibantu oleh Buffon
Internasional - Jumat, 21 Juli 2017 - 14:57 WIB

Adik Donnaruma Banyak Dibantu oleh Buffon

Kiper AC Milan Gianluigi Donnarumma ternyata mengidolak kiper senior Italia, Gianluigi Buffon. Namun, dirinya lebih ingin menjadi seperti kiper Muenchen, ...
Morata Masih Boleh Balik ke Madrid
Spanyol - Jumat, 21 Juli 2017 - 14:18 WIB

Morata Masih Boleh Balik ke Madrid

Pelatih Real Madrid Zinedine Zidane sampaikan ucapan perpisahan kepada mantan strikernya Alvaro Morata yang bergerak ke London dan bergabung dengan ...
Buffon Kiper Terbaik dalam Sejarah
Internasional - Kamis, 20 Juli 2017 - 19:38 WIB

Buffon Kiper Terbaik dalam Sejarah

Kiper baru Juventus Wojciech Szczesny tetap menghormati seniornya, Gianluigi Buffon. Setelah sebelumnya kiper asal Arsenal ini berstatus pinjaman di AS ...